Menjaga anak tetap sehat bukan hanya soal memberi makan bergizi, karena daya tahan tubuh Si Kecil masih terus berkembang, terutama di usia batita. Di fase ini, anak lebih rentan terpapar berbagai penyakit infeksi, termasuk flu yang tampak “biasa” tetapi bisa berdampak serius jika menyerang tubuh yang sistem imunnya belum matang. Oleh karena itu, kewaspadaan Moms sangat penting agar anak sehat tetap terlindungi dan terhindar dari gangguan kesehatan yang bisa menghambat aktivitas hariannya.
Lalu, bagaimana jika anak sehat yang selama ini aktif dan ceria tiba-tiba terpapar Superflu? Pertanyaan ini wajar muncul di benak banyak orang tua, mengingat belakangan istilah Superflu mulai sering dibicarakan dan membuat Moms merasa khawatir akan kondisi kesehatan Si Kecil.
Berdasarkan laporan terbaru, Kementerian Kesehatan mencatat puluhan kasus influenza Subclade K atau yang dikenal sebagai Superflu di Indonesia, dan sebagian besar kasus ini menyerang kelompok usia anak. Data menunjukkan bahwa sekitar sepertiga kasus Superflu terjadi pada anak usia 1–10 tahun, sehingga perhatian ekstra diperlukan agar anak sehat tidak mudah terpapar virus yang dapat menimbulkan gejala berat dalam waktu singkat.
Anak-anak menjadi sasaran empuk Superflu karena sistem kekebalan tubuh mereka belum memiliki “memori” yang kuat terhadap berbagai jenis virus, sehingga respons tubuh masih terbatas untuk melawan infeksi. Inilah alasan mengapa menjaga anak sehat di usia batita membutuhkan perlindungan ekstra dari lingkungan sekitar.
Selain itu, aktivitas anak di sekolah, tempat bermain, atau area publik yang padat membuat virus lebih mudah berpindah dari satu anak ke anak lain. Kontak dekat, berbagi mainan, hingga kebiasaan menyentuh wajah tanpa mencuci tangan bisa memperbesar risiko, sehingga anak sehat tetap perlu dijaga dengan kebiasaan sehari-hari yang mendukung daya tahan tubuh.
Penularan Superflu terjadi dengan cara yang mirip seperti flu pada umumnya, yaitu melalui percikan cairan (droplet) saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Droplet ini bisa terhirup langsung oleh anak, sehingga Moms perlu waspada agar anak sehat tidak berada terlalu dekat dengan orang yang sedang sakit.
Selain itu, virus juga dapat menyebar lewat kontak fisik, seperti berjabat tangan atau menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi virus, misalnya mainan, gagang pintu, atau peralatan makan. Ketika anak menyentuh mata, hidung, atau mulut setelahnya, virus dapat masuk ke tubuh dan mengganggu kondisi anak sehat yang sebelumnya stabil.
Gejala yang Harus Orang Tua Kenali
Superflu H3N2 sering datang secara mendadak dan membuat kondisi anak sehat berubah drastis dalam waktu singkat. Demam tinggi bisa muncul dengan cepat, bahkan mencapai suhu 39°C atau lebih, yang membuat anak tampak sangat tidak nyaman dan lemas.
Selain demam, anak juga dapat mengalami nyeri tubuh hebat, batuk kering, sakit tenggorokan, hingga sesak napas, yang membuatnya sulit makan dan tidur. Tidak jarang, Superflu juga disertai kelelahan ekstrem, mual, muntah, atau diare, sehingga anak sehat membutuhkan pemantauan ketat dan perawatan yang tepat sejak gejala awal muncul.
Langkah Pencegahan Superflu agar Anak Sehat Tetap Terjaga
1. Vaksin Influenza Tahunan
Vaksin influenza tahunan sangat dianjurkan sebagai langkah preventif untuk menjaga anak sehat, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak. Vaksin influenza membantu tubuh mengenali virus dan membentuk perlindungan yang dapat menurunkan risiko sakit berat maupun komplikasi serius.
Vaksin ini direkomendasikan sebagai langkah pencegahan penting untuk melindungi anak dari Superflu. Vaksin flu dapat diberikan mulai usia 6 bulan dan aman dilakukan hingga dewasa. Umumnya, vaksin flu diberikan 1 kali setiap tahun. Namun, untuk anak usia 6 bulan hingga 8 tahun yang baru pertama kali menerima vaksin flu, akan diberikan 2 kali dengan jarak 1 bulan, lalu selanjutnya cukup 1 kali setiap tahun. Dengan mengikuti jadwal ini secara rutin, daya tahan tubuh anak dapat terjaga lebih optimal.
2. Menjaga Kebersihan
Menjaga kebersihan adalah kunci utama menjaga anak sehat, dimulai dari kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan dan setelah bermain. Kebiasaan sederhana ini sangat efektif memutus rantai penularan virus.
Selain itu, ajarkan anak menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, menggunakan masker saat sedang sakit, serta tidak menyentuh wajah dengan tangan kotor.
3. Istirahat Cukup
Kurang beristirahat dapat melemahkan sistem imun anak, sehingga membuatnya lebih rentan terserang penyakit. Menurut American Academy of Pediatrics, kebutuhan tidur anak perlu dipenuhi sesuai usianya, yaitu bayi usia 0–12 bulan membutuhkan sekitar 12–16 jam tidur per hari, sementara balita usia 1–5 tahun memerlukan 10–14 jam tidur per hari agar daya tahan tubuh tetap optimal dan tumbuh kembangnya terjaga.
Selain itu, tetap beristirahat di rumah juga mencegah penularan dari orang lain atau lingkungan sekitar. Dengan begitu, Moms turut berkontribusi menciptakan lingkungan yang mendukung anak sehat bagi semua.
4. Makan Makanan Bergizi
Makanan bergizi merupakan pondasi penting untuk membangun imunitas anak yang kuat. Pastikan asupan hariannya mencakup buah dan sayur kaya vitamin C seperti jeruk, brokoli, dan bayam, protein dari telur, ikan, atau daging tanpa lemak untuk membantu pembentukan antibodi, serta probiotik dari yogurt yang mendukung kesehatan usus, tempat sekitar 70% sel imun berada.
5. Ajak Anak Aktif Bergerak
Bergerak aktif membantu meningkatkan produksi sel imun sehingga anak tidak mudah sakit. Aktivitas sederhana seperti bermain di luar rumah atau berenang dapat menjaga tubuh anak tetap aktif dan bugar. Studi dalam Journal of Pediatric Health Care (2022) juga menunjukkan bahwa anak yang rutin bergerak dan aktif secara fisik cenderung lebih jarang sakit dibandingkan anak yang kurang beraktivitas.
Moms tidak perlu khawatir saat Si Kecil bergerak aktif, karena kini ada Merries Skin Protection Slim yang dapat menemani Si Kecil bergerak aktif tanpa terganggu lembab atau bocor.
Merries Skin Protection Slim dilengkapi dengan teknologi Ergoslim, yaitu dirancang dengan daya serap hingga 200x, membantu menjaga kulit Si Kecil tetap kering lebih lama, namun tetap nyaman berkat teknologi SLIM dengan Super Absorbent Polymer menyerap cairan cepat dan menguncinya di dalam. Hasilnya, popok tetap tipis dan tidak terasa berat meski dipakai seharian.
Bantalan lembut bergelombang pada Merries Skin Protection Slim membantu sirkulasi udara tetap baik, sehingga kulit Si Kecil tidak lembab dan terhindar dari iritasi. Dilengkapi juga dengan teknologi antibakteri dan anti bau, popok ini membantu menjaga area sensitif tetap bersih, kering, dan nyaman selama Si Kecil beraktivitas.
Karena anak yang bebas bergerak dengan nyaman akan lebih ceria, sehingga tidak mudah sakit. Dengan Merries Skin Protection Slim, Moms bisa lebih tenang mendampingi Si Kecil bergerak aktif. Dapatkan Merries Skin Protection Slim secara online di sini.